Sarang Curanmor digrebeg Polisi, Delapan Motor ditemukan

 


infosiang.com / TANGERANG / Kamis (19/04/18) pukul 13.00 WIB  Polisi sektor Cikupa  berhasil menggrebek empat pelaku  pencurian kendaraan bermotor roda dua yang berada di perumahan Bukit Tiara Blok L 6, Rt 35/04 Desa Pasirjaya, Kec. Cikupa Kab. Tangerang.

Dalam penggrebekan tersebut setidaknya ditemukan delapan unit motor hasil curian. 

Dari Kedelapan motor, beberapa dantaranya sudah tidak dipasangi plat nomor kendaraan,
Namun dari jenisnya didapati 1 (satu) unit motor yamaha R15, 1 (satu) unit motor kawasaki KLX 150, 1 (satu) unit motor Vario techno 150, dan 5 (Lima)  unit motor beat. 

Selain kendaraan bermotor, barang bukti lain yang ditemukan adalah 2 ( dua ) pucuk senjata Api rakitan jenis revolver, 3 tiga Kunci Leter T, 6 enam anak mata kunci Leter T,  16 enam belas butir peluru kaliber 38. 

Penggerebekan berawal dari informasi warga yang sebelumnya  curiga terhadap salah satu rumah kontrakan, dan kemudian melaporkaan ke binamas. 

Personil Polsek Cikupa pimpinan Iptu Ngapip Rujito SH. melakukan pengintaian terhadap Rumah kontrakan yang di curigai, kemudian dilakukan pengrebekan di kontrakan tersebut.

 Saat di lakukan pendobrakan para pelaku di duga 6 orang langsung melarikan diri dari pintu belakang kontrakan, dan melompat dari lantai dua ke atap rumah  warga, kemudian dilakukan tembakan peringatan oleh anggota Polsek Cikupa dan pengejaran, dan berhasil di amankan pelaku 5 orang, namun satu orang di duga pelaku berhasil melarikan diri. 

Selanjutnya di lakukan penggeledahan di kontrakan pelaku dan diamankan barang bukti.

Untuk pemeriksaan lanjutan, pelaku beserta barang bukti dibawa ke polsek Cikupa. 

Tetangga tidak menyangka, jika selama ini kontrakan yang dipakai dijadikan sebagai sarang maling sekaligus tempat untuk menyembunyikan motor hasil rampasan. 

Warga yang geram dengan kelakuan kawanan maling tak terbendung untuk melampiasakan kekesalanya dengan memukul wajah korban.
Namun aksi ini berhasil direda oleh aparat kepolisian yang berada dilokasi. 

GND 

Truk Pengangkut Tepung Sruduk Bus Primajasa Di Tol Cikampek

 
infosiang.com /KARAWANG / Kemacetan panjang terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek akibat kecelakaan lalu lintas bus Primajasa dengan truk tronton di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

"Kecelakaan itu juga mengakibatkan empat orang luka-luka," kata Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, di Karawang, Jumat (9/3) seperti dikutip Antara, Jumat (9/3). 

 Peristiwa kecelakaan terjadi saat kendaraan truk dengan nomor polisi BE-9203-BG yang dikemudikan Hendra Setiawan, warga Lampung Selatan, melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek. Sesampainya di Kilometer 50, tiba-tiba kendaraan truk oleng ke kiri dan menabrak bus Primajasa B-7388-YZ jurusan Bekasi-Garut yang melintas di sampingnya. 

 Truk bermuatan tepung itu secara tiba-tiba menyeruduk lambung bus Primajasa, sampai bus itu menabrak sebuah tiang jembatan yang berada di row badan jalan sebelah kiri. "Kecelakaan itu terjadi diduga akibat sopir truk mengantuk," katanya. A

kibat kejadian itu pengemudi bus dan tiga orang penumpang mengalami luka luka. Selanjutnya, keempat korban dibawa ke Rumah Sakit Rosela Karawang. Selain itu, kecelakaan itu juga mengakibatkan kemacetan panjang sekitar 10 kilometer, di jalan tol arah Jakarta menuju Cikampek.

Berita ini sebelumnya juga diberitakan di Merdeka.com dengan judul
Truk bawa tepung tabrak bus Primajasa, Tol Cikampek macet parah

Harus Baca, Ini Bahaya Dispenser Untuk Kesehatan

 


Infosiang.com / KESEHATAN / Tidak dipungkiri bahwa penggunaan dispenser sudah umum digunakan masyarakat dunia, begitu juga di Indonesia. 

 Dispenser juga merupakan teknologi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi ya Moms. Selain ekonomis, dispenser juga dilengkapi dengan pendingin dan penghangat air yang cukup meringankan pekerjaan. 

 Namun penelitian terbaru mengungkap fakta yang mengejutkan. Minum air dari dispenser disebut-sebut bisa menyebabkan datangnya penyakit.

 Dalam sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan oleh Times of India (13/2/2018), disebutkan bahwa air yang tersedia di dispenser bisa jadi sudah terkontaminasi kuman dan bakteri. 
 Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan saluran air di bagian dalam dispenser yang kotor dan penuh dengan bakteri namun tidak pernah disadari sebelumnya karena posisinya yang tertutup.

 National Science Foundation International bahkan menyebutkan bahwa di dalam setiap 1 Inchi persegi pendingin air yang ada di dispenser ternyata bisa saja memiliki 2,7 juta kuman yang jika kita konsumsi bersama dengan air minum akan menyebabkan datangnya penyakit. 

 Fakta lain dari konsumsi air dispenser, kita mungkin berpikir jika air dengan botol galon yang dipakai sebagai sumber air dispenser ini pastilah sudah bersih karena tertutup rapat dari udara luar. Yang menjadi masalahnya, saat dimasukkan ke dispenser, air ini akan langsung terpapar kotoran, debu, dan berbagai kuman yang ada di dalam dispenser. Padahal, belum tentu dispenser ini rutin dibersihkan sehingga tentu ada kemungkinan kita mengkonsumsi air yang kaya akan kuman penyebab penyakit.

 Melihat fakta ini, jika kita yang cenderung sering menggunakan dispenser di dalam rumah, maka harus rajin membersihkannya demi mencegah masuknya kuman pada air yang kita minum. Nah penting bagi Moms untuk rajin membersihkan dispenser untuk menimalisir bahaya dari dispenser.

Sumber : Grid.id

Polisi Tetapkan Pelaku Pembunuhan satu Keluarga di Tangerang

 
Pers release Kepolisian menetapkan pelaku pembunuhan satu keluarga di Tangerang

Infosiang.com / TANGERANG / Polisi akhirnya menetapkan pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Perum  Taman Kota Permai 2, Periuk, Kota Tangerang. 

Sehari sebelum pers release  dari pihak kepolisian, warga Perum Taman Kota Permai 2 , dibuat geger lantaran mendapati Emah (40) dan dua anaknya yakni Nova (23) dan Tiara (11) Warga perum Taman Kota tewas terbunuh dengan sejumlah luka bekas tusukan disekujur tubuhnya serta Muchtar Efendi (60) dalam kondisi kritis. 

Kejadian ini diketahui oleh warga perum Taman Kota Permai setelah sebelumnya Murti tetangga korban mencoba mengetuk pintu rumah Emah namun tidak ada jawaban. 

Murti merasa curiga karena tidak meliat anak Emah pergi sekolah serta tidak ada aktifitas seharian,  padahal Lampu teras menyala dan ada motornya. 

Setelah mencoba mengetuk pintu tidak ada jawaban, Murti kemudian melaporkan kejanggalan ini kepada ketua RT setempat. 

Berbekal kecurigaan ini, Ketua Rt dan Warga akhirnya memaksa masuk untuk memastikan keadaan dalam rumah Emah. 

Kecurigaan wargapun terjawab setelah masuk rumah, tiga orang ditemukan Tewas bersimbah darah, serta satu orang dalam keadaan kritis.

Sehari setelah kejadian ini polisi akhirnya menetapkan pelaku pembunuhan terhadap Emah dan kedua anaknya. 

Warga pun semakin dibuat kaget setelah mengetahui bahwa pelakunya adalah  Muchtar Efendi yang merupakan Suami Emah Sendiri. 

Polrestro Tangerang telah menetapkan pria berusia 60 tahun ini sebagai tersangka dalam tragedi pembantaian itu. 

Pelaku membunuh para korban lantaran faktor ekonomi. "Berdasarkan hasil otopsi ketiga korban ada beberapa luka tusukan di leher, perut, satu korban dalam keadaan luka parah, Muchtar Efendi dari hasil keterangan awal serta petunjuk, kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolrestro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan, Selasa (13/2/2018). 

Harry mengatakan, pelaku membunuh istri dan kedua anak tirinya lantaran emosi. Sebab sang istri mencicil mobil tanpa sepengetahuannya. "Tiga hari sebelum kejadian pembunuhan terjadi, ada cekcok antara Emah sebagai korban istri siri ME terkait masalah jual beli mobil yang dilakukan istrinya ini tidak disetujui. Selama tiga hari cekcok terjadi di rumah itu yang akhirnya diakhiri pembunuhan," katanya. 

Menurut Harry, tersangka membunuh istri dan kedua anaknya menggunakan sebilah pisau. Senjata tajam ini disembunyikan di dalam lemari kamar belakang. "Menggunakan senjata tajam, keterangan tersebut didapatkan saat kami mengunjungi, alat yang digunakan diselipkan di salah satu lemari atau pun tempat pakaian," kata Harry. 

Harry menyebut akibat perbuatannya tersebut pelaku dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kini, tersangka masih dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur  

Muchtar Efendi merupakan Suami ketiga Emah dengan pernikahan siri setelah sebelumya Ibu dua anak ini bercerai dari suami pertama dan kedua.

Nova dan Tiara merupakan anak dari suami sebelum Muchtar Edendi.

GND/ infosiang.com


Tragis, Suami diduga Bunuh Isteri dan Kedua Anaknya

 

Ketiga Korban meninggal bersimbah darah 

Infosiang.com - KISAH TRAGIS terjadi di Perum Taman Kota Permai 2, Blok B 6 RT 05 / RW 12 Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. Isteri dan dua anaknya ditemukan tewas bersimbah darah didalam kamar, sedangkan suami didapati dalam keadaan luka parah.

Peristiwa yang terjadi pada senin (12/02/18) pukul 15.00 WIB awalnya diketahui oleh Marti yang merupakan tetangga korban. Marti melihat ada motor didepan teras, tetapi tidak terlihat aktifitas didalam. Untuk memastikannya, Marti kemudian mengetuk pintu. Merasa khawatir ada sesuatu, Marti kemudian menghubungi ketua RT setempat untuk diajak bersama warga lain memastikan keadaan didalam rumah.

Setelah berhasil memeriksa keadaan didalam rumah, warga terkejut mendapati Emah (Isteri 40), Nova (Anak, 23), Tiara (Anak, 11) bersimbah darah dan dalam keadaan meninggal dan Efendi (Suami,48) dalam keadaan kritis.
Warga kemudian membawa Efendi ke Rumah sakit umum daerah Tangerang untuk diberikan pertolongan.

Warga beramai ramai mendatangi rumah tempat terjadinya pembunuhan. / Foto : facebook@Nuneng


Menurut informasi yang digali oleh batas.id, Emah dan Efendi memang sering bertengkar dalam kesehariannya. Faktor Ekonomi sering menjadi pemicu pertengkaran antara keduanya. Efendi sendiri adalah suami ketiga Emah, setelah sempat bercerai dua kali. Kedua anaknya merupakan hasil buah perkawinan sebelumnya.
Oleh tetangga Emah diketahui sebagai penjual baju muslim, sedangkan Efendi tidak diketahui pekerjaannya sebagai apa.

BACA : Polisi Tetapkan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Di Taman Kota Permai, Tangerang

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini dan belum bisa menyimpulkan apa motif dibaliknya.
Dugaan bahwa suami adalah pelaku pembunuhan datang dari tetangga korban yang menyimpulkan berdasar seringnya mereka cek cok hampir setiap hari.

Sumber ESW batas.id